Heart-breaking Valentine
“Halo, Dimas? Aduh sayaaang kamu tolong dong jemput aku di PIM. Aku lagi sama-temen-temen aku niiih”
“Dimaaaas, ayo dong kamu temenin aku ke ulangtahun pernikahan nenek aku! Saudaraku yang lain pada banyak yang gak dateeeng. Ya ya ya, ikut yaaa?”
“Aduh cobaaaa aja entar pas Valentine ada yang ngasih aku boneka yang itu! Pasti deh aku bakal jadi seneeeeng banget”
Dimas selalu saja mengiyakan rengekkan Nita, pacarnya selama 4 bulan terakhir ini. Menurut teman-temannya, Nita itu cewek yang manja dan sangat merepotkan tetapi Dimas malah bersikeras bahwa Dimas sama sekali gak keberatan dan senang kalau ceweknya itu minta perhatiannya dari dia, bukan dari cewek lain.
Aku sendiri, sebagai salah satu temannya, merasa amat terganggu akan kehadiran Nita. Bayangin aja, setiap minggu Dimas gak pernah bisa diajak jalan. Kalau pun bisa, pasti terpotong di tengah jalan karena dia selalu saja diganggu oleh ‘baby’-nya itu. Iya, penganggu menurutku.
“Heh, Dim. Gue aja jadi cewek gak semanja itu, ngapain sih lo pake repot-repot ngikutin apa maunya dia. Emangnya lo pembokatnya dia apa?!” tanyakku kesal.
Dimas melirik ke arahku, “Gini loh ya Meg. Kalau Nita kan cewek ‘jadi’ ya, manis manja imut cantik gitu. Nah, elo? Gue aja masih ragu setiap lo masuk toilet cewek!”
Aku memukul bahu Dimas keras, “Kurang ajar loo! Ya udah kalau gitu coba ya entar lo Valentine jalan sama kita-kita yang jomblo”
“Eeeeh, itu mah urusan lo-lo pada karena gak laku. Gue udah ada cewek, masa gue lewatin Valentine gitu aja?” Dimas masih membela ceweknya itu. Yakin banget deh, pasti si Nita udah nyiapin candle light gitu-gitu dan expect bakal romantis-romantisan sama Dimas pas Valentine.
Aku hanya mengangkat bahu, sebodo amet deh. Entar tau rasa kalau Dimas akhirnya sadar akan kelakuan ceweknya.
***
Angga, Firaz, Danti dan aku sedang asyik ngumpul-ngumpul di Blumchën Coffee, tiba-tiba Dimas menelpon Angga.
Kulihat muka Angga kaget, langsung saja kami semua penasaran. Angga tertawa kencang “Eh Dimas sama Nita putus woy!”
Kontan semua terbahak-bahak, bukannya ikut bersedih karena temannya baru aja putus, kami semua malah dengan bahagianya tertawa. “Aduuuh sedih banget si Dimas putus pas malem cinta-cintaannya”
“Trus, dia sekarang mau kesini?” tanya Danti. Aku mengaduk-aduk chamomile tea sambil mengendus-endus baunya.
Angga mengangguk. “Yaudah, ayo kita traktir dia minumlah, biar dia seneng dikit karena udah ditraktir di tempat yang agak-agak mahal dikit”
Firaz mengangguk, “Bentar gue pesenin deh”
Belum juga Firaz kembali dengar secangkir hot chocolate dengan ekstra marshmallow, si Dimas sudah sampai meja kami dan bersungut-sungut. Kemeja hitam bergaris-garis merah vertikal itu terlihat lecak, muka Dimas memerah, walaupun aku masih ragu kalau cowok seperti Dimas bisa juga nangis.
“Ucuk ucuk ucuk…. sedih ya Dimas darliiiing?” goda Angga.
“Aduuh, Dimas chayannnkk… mana nih ucapan ‘selamat malam’nya?” Danti meniru perkataan Nita waktu sedang jalan bareng Dimas dan Nita.
“Dimas, maaf ya kita putus pas Valentine ini… Aku udah gak suka lagi sama kamu. Aku gak mau nyakitin kamu lagi, jadi kita putus yaa” kata Firaz sambil kembali membawa hot chocolate.
Dimas cengo, “Kok lo bisa tau deh Ras, dia ngomong apa?”
Firaz mengangkat bahu. “Feeling, I guess” Agak kaget juga apa yang diomongin Firaz ternyata jadi kenyataan.
Aku terus cekikikan, senang rasanya Dimas bisa kapok sama cewek. Entah kenapa, bangga banget akhirnya mendengar kabar mereka putus. Hei, bukan karena aku cemburu ya, tapi memang kami semua sudah gerah dengan si Nita itu yang dengan seenaknya merebut si Dimas satu ini!
Malam itu dihabiskan dengan celotehan Dimas mengenai mantan pacarnya, dan kami sebagai teman baiknya terpaksa harus mendengarkan curhatan basinya itu.
“Eh Meg, lo aja deh yang jadi cewek gue yaa. Kapok nih gue sama cewek beneraan” kata Dimas tiba-tiba.
Aku melotot “HEH!!!! Entar deh pulang kita ke taman kota nyari selera loooo!”
“Kalo gitu lo maunya ama siapa? Leon ya, yang agak banci?” tanya Dimas.
Kuhela nafas pelan-pelan. Sabar aja deh, sama manusia satu ini. Dasar korban sindrom patah-hati!
(via penseurprofond)
Join us Friday the 19th at Housing Works Bookstore!
We are excited about this for many reasons including but not limited to:
- There is an open beer & wine bar from 6:30-7:30!
- The first 50 people through the door get a free Tumblr tote bag!
- The fine folks at Ecosystem are giving everyone a custom Tumblr notebook!
- Look at the lineup!
- We love to read!
GG Fan Fiction: May’s Love Story
Siang-siang bolong di FX.
Panas gila-gilaan di luar nggak terasa sama sekali karena AC sejuk yang mendominasi udara di mall. Aku dan Adrianna hang-out berdua, since Rashi ada janji sama pacar du jour-nya. Sedangkan Marion… entahlah. Do you REALLY think I’ll give a shit about her?!
Anyhoo, aku lagi nikmatin fro-yo di cup-ku sambil berusaha ngalihin perhatian Ad dari cowok yang berjalan pergi menjauhi meja kami. Cowok yang nyaris menghilang di antara pengunjung FX lain, tapi tetap bikin Ad terhipnosis dengan mulut ternganga lebar kayak buaya.
“Jadi yang tadi itu mantan lo?!”
Aku menatap Adrianna balik. Agak ngeli melihatnya sebegitu kagetnya. Bayangin, kalo nggak keburu nguasain diri, hampir aja fro-yo Sour Sally di ujung sendok plastiknya bermigrasi ke tanktop Michael Kors-ku.
“Memangnya kenapa?” tanyaku, sambil menawarkan tisu. Jelek banget ih ngeliat Adrianna ternganga dengan mulut cemong gitu. “Apa gue segitu predictable-nya?”
“Hmmm… agak nggak nyangka aja lo punya selera, ehem, unik.”
“Sialan lo!” kataku sambil tertawa. Tapi diam-diam aku membenarkan ucapannya. Aku sendiri yang notabene pernah pacaran sama dia aja sama nggak percayanya. Kalo mendata baik-baik semua mantanku (which is gonna take lots of time…), cowok itu jelas beda dibanding mantan-mantanku yang lain. Rasanya kayak nemu baju baju batik di lemari bajuku. But he’s a goddamn nice batik top. The unforgettable one.
….
It happened last year. Tiga bulan setelah aku putusin ikut Rashi ngelanjutin sekolah di Indonesia. VIS tuh ternyata not bad, keren banget malah. Plus, ada hari baju bebasnya segala. Jadi, aku nggak perlu berkorban perasaan dan intuisi fashion-ku banget secara seragam Voltaire itu boring berat.
Nah, one day ya, pas lagi ngejemput jahitan rok seragam ekstra (biar aku bisa ganti-ganti, satu per hari) di tukang jahit langganan (Rashi’s recommendation), aku ketemu dia. Yeah, my-later-ex-boyfriend itu. He’s cute. Zac Efron cute. Dan meskipun sederhana, kelihatan banget selera pakaiannya cukup berkelas. Nggak make celana jeans kedodoran kayak ghetto wannabe tolol di sekolah dan juga nggak make gelang-gelang kain menjijikkan. Rambutnya dipangkas rapi, tambah bersahaja di balik balutan polo shirt hijau muda dan celana jeans berpotongan pipa.
Gorgeous.
Dan dia juga kelihatannya nyadar aku liatin. Dia melemparkan senyuman, yang kubalas dengan senyuman juga. You know, my casual-but-flirty kind of smile. Plus, kibasan rambut. Semoga aja dia bisa nyium aroma samar shampo Philosophy Falling In Love yang kupakai keramas pas mandi tadi.
Dia lalu nanya, aku ada keperluan apa. Aku pun sadar ternyata dia bukan pelanggan, kayak aku. Barangkali dia anak yang punya, ato malah—iiiiih—yang kerja di sini?! Sayang banget. Masa cakep-cakep, ternyata jelata sih?
Seperti bisa membaca pikiranku, dia bilang AYAHNYA lagi nerima telepon, jadi sementara dia yang gantiin. Fiuh, lega deh.
Dan, serasa dunia bakal kiamat dua menit lagi, aku cepet-cepet ngulurin tangan dan ngenalin diri. “Hai, gue May.”
“Gue tahu.”
Pipiku refleks bersemburat malu. “How come?” Dalam hati, aku berpikir, jangan-jangan dia anak VIS juga dan diam-diam merhatiin aku dari jauh. You know, like secret admirer and shit yang suka ada di film-film itu.
“Dari bon.”
Oh.
Sambil nahan malu, aku pura-pura berdehem dan ngalihin pembicaraan. Aku nanyain soal jahitanku, apa bisa diambil sekarang ato gimana. Cowok itu mengangguk. “Udah selesai sih…,” suaranya menggantung di udara, “kayaknya.”
Aku nggak bisa nyembunyiin senyumanku. Oh my Gah! He’s much, much, much HOTTER than Zac Efron.
Aku membasahi bibir bawahku. Mendadak terserang nervous dan excited pada waktu bersamaan. Tapi, di luarnya, aku tetap bersikap kayak aku biasanya—stay cool and poise. “Ayah kamu nggak pernah ngajarin ya, orang ngajak kenalan itu harus buru-buru diladenin,” kataku sambil tersenyum. “Tangan gue sampe kering nih!”
“Ups, sori,” katanya, pura-pura nggak enak hati. Sambil tersenyum dia berkata. “Nama gue—“
Sedetik kemudian, aku entah gimana mendapat firasat, nama itu bakal mengisi hari-hariku beberapa minggu ke depan. Bisa jadi, cuman dalam hitungan hari sih. Ato… jam? Who knows….
[to be continued]
-MAY-
(Source: http://ggheadquarters.blogspot.com/2009/09/gg-fan-fiction-mays-love-story.html)
Rencana Pengurangan Abjad
Belakangan ini timbul desas-desus akan dibuatkannya aturan-aturan baru dalam penggunaan bahasa Indonesia . Salah satunya adalah Mengurangi jumlah abjad pada bahasa Indonesia .
Abjad yang digunakan di dalam bahasa Indonesia berjumlah 26. Ke-26 abjad tersebut rasanya masih terlalu banyak, dan lagipula ada beberapa abjad yang jarang sekali digunakan. Oleh karena itu, mari kita sederhanakan abjad-abjad tersebut dan menyesuaikannya dengan kata-kata yang kita gunakan.
Pertama-tama, huruf X, kita ganti dengan gabungan huruf K dan S. Kebetulan hampir tidak ada kata dalam bahasa Indonesia asli yang menggunakan huruf ini. Kebanyakan merupakan kata serapan dari bahasa asing. Misalnya taxi menjadi taksi, maximal menjadi maksimal, dst.
Selanjutnya, huruf Q kita ganti dengan KW..Serupa dengan X, kata2 yang mengunakan huruf ini juga sangat sedikit. Berikutnya, huruf Z. Huruf Z kita ganti menjadi C. Tidak ada alasan kuat tentang hal ini. Huruf Y diganti dengan I. Hal ini dilakukan sebab bunii huruf tersebut mirip dengan I. Kemudian huruf F dan V keduania diganti menjadi P. Pada lepel ini masih belum terjadi perubahan iang signipikan. Hurup W kemudian diganti menjadi hurup U. .
Berarti sampai saat ini kita sudah mengeliminasi 7 hurup. Hurup iang bisa kita eliminasi lagi adalah R, mengingat baniak orang iang kesulitan meniebutkan hurup tersebut. R kita ganti dengan L. .
Selanjutnia, gabungan hulup KH diganti menjadi H. Iang paling belpengaluh adalah hulup S iang diganti menjadi C. Hulup G juga diganti menjadi K. Dan hulup J juga diganti menjadi C. Caia laca cudah cukup
untuk hulup-hulup konconannia. Cekalank kita kanti hulup pokalnia. Cuma ada lima hulup pokal, A, I , U, E, O. .
Kita akan eliminaci dua hulup pokal. Hulup I mencadi dua hulup E iaitu EE. Cementala hulup U mencadee dua hulup O iaitoo OO. Cadi, campe cekalank, keeta belhaceel menkulangee hooloop-hooloop keeta. Kalaoo keeta tooleeckan lagee, Hooloop-hooloop eeang telceeca adalah : A, B, C, D,
E, H, J,K, L, M, N, O, P, T. .
Haneea ada 14 belac hooloop !! Looal beeaca bookan ?? Padahal cebeloomneea keeta pooneea 26 hooloop. Eenee adalah penemooan eeang cankat penteenk dan cikneepeekan !! Co, ceelahkan keeleemkan tooleecan anda denkan menkkoonakan dooa belac hooloop telceboot. .
(Sumber: http://www.berbagicerita.com/rencana-pengurangan-abjad/)